Latest Entries »

PTK BAHASA INDONESIA

.1 Latar Belakang

Pembelajaran bahasa Indonesia terintegrasi dalam empat keterampilan berbahasa. Salah satu keterampilan berbahasa yang cukup kompleks adalah menulis. Keterampilan menulis diajarkan dengan tujuan agar siswa mempunyai kemampuan dalam menuangkan ide, gagasan, pikiran, pengalaman, dan pendapatnya dengan benar. Menulis merupakan kegiatan yang paling kompleks untuk dipelajari dan diajarkan (Farris, 1993).

Dalam menulis seorang penulis dituntut mampu menerapkan sejumlah keterampilan sekaligus. Sebelum menulis perlu membuat perencanaan, misalnya, menyeleksi topik, menata, dan mengorganisasikan gagasan, serta mempertimbangkan bentuk tulisan sesuai dengan calon pembacanya. Pada saat menungkan ide, penulis perlu menyajikannya secara teratur. Begitu juga penggunaan aspek kebahasaan seperti bentukan kata, diksi, dan kalimat perlu disusun secara efektif. Penerapan ejaan dan tanda baca perlu dilakukan secara tepat dan fungsional. Sejumlah keterampilan tersebut menjadi bukti betapa kompleksnya keterampilan menulis.

Mengacu pada ciri keberlangsungannya, menulis dapat dipandang sebagai(1) sebuah proses, (2) kegiatan bernalar, (3) kegiatan transformasi, (4) kegiatan berkomunikasi, (5) suatu keterampilan. Ciri pertama menulis sebagai sebuah proses; menulis berisi serangkaian kegiatan menyusun rencana (perencanaan), menulis draf (pengedrafan), memperbaiki draf (perbaikan), menyunting draf (penyuntingan), dan publikasi. Sub-sub keterampilan menulis itu tidak dapat dikuasai seketika, tetapi secara bertahap. Seperti membaca, keberhasilan pembinaan menulis pada suatu tahap akan menjadi kunci keberhasilan pembinaan menulis pada tahap berikutnya.

Kedua, menulis merupakan kegiatan bernalar. Penggunaan penalaran dalam menulis tampak ketika penulis memilih dan mengembangkan topik, serta menyusun kerangka karangan. Begitu juga ketika penulis mengembangnkan kerangka karangan menjadi draf, memperbaiki tatanan isi, dan menghaluskan penggunaan aspek mekanik.

Ketiga, sebagai kegiatan transformasi; dalam menulis diperlukan dua kompetensi dasar, yaitu kompetensi mengelola cipta, rasa, dan karsa, serta kompetensi memformulasikan tiga hal itu ke dalam bahasa tulis. Dalam kompetensi pertama tercakup penguasaan penulis terhadap substansi, ruang lingkup, sera sistematika permasalahan yang akan ditulis. Kompetensi kedua berkenaan dengan kemampuan menggunakan bahasa tulis, misalnya penguasaan kaidah ortografi, bentukan kata, kalimat dan seterusnya.

Keempat, menulis merupakan kegiatan berkomunikasi. Seperti halnya berbicara, menulis tidak hanya ditujukan pada diri sendiri. Ketika menulis, penulis perlu mempertimbangkan siapa calon pembacanya. Menulis untuk tujuan apa, dimana, kapan, dan seterusnya. Semua aspek itu perlu dipertimbangkan agar tulisan yang disusun benar-benar komunikatif.

Sebagai sebuah keterampilan, menulis memiliki sifat seperti keterampilan berbahasa yang lain. Untuk itu, menulis perlu dilatihkan secara sering dan ajek. Keseringan dan keajekan dalam latihan menulis memberikan peluang agar tulisan berkualitas lebih baik. Latihan-latihan yang dilakukan diharapkan menunjang pencapaian target menulis yang diharapkan. Latihan dalam menulis sebaiknya berlangsung dalam konteks aktual dan fungsional agar tugas menulis dapat memberikan manfaat secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Di sekolah dasar keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan yang ditekankan pembinaannya, disamping membaca dan berhitung. Dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) ditegaskan bahwa siswa sekolah dasar perlu belajar bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam berkomunikasi dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis. Keterampilan menulis di sekolah dasar dibedakan atas keterampilan menulis permulaan dan keterampilan menulis lanjut. Keterampilan menulis permulaan ditekankan pada kegiatan menulis dengan menjiplak, menebalkan, mencontoh, melengkapi, menyalin, dikte, melengkapi cerita, dan menyalin puisi. Sedangkan pada keterampilan menulis lanjut diarahkan pada menulis untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk percakapan, petunjuk, dan cerita.

Berdasarkan studi awal peneliti dari pengalaman selama mengajar di sekolah dasar kelas empat mulai pada bulan Juli 2006 ditemukan bahwa siswa dalam menulis deskripsi masih cenderung sendiri sehingga siswa mengalami kesulitan dalam menulis. Kesulitan yang dialami siswa dalam menyusun karangan deskripsi yang dihasilkan dapat diidentifikasi beberapa kelamahan, yaitu (1) siswa belum mampu mengembangkan karangan sesuai dengan ciri karangan deskripsi, (2) siswa belum dapat memilih kosa kata yang tepat dalam mempertajam karangan diskripsinya, (3) kualitas ide tulisan yang dihasilkan masih rendah, dan (4) kemampuan siswa dalam mengorganisasi ide masih belum tertata dengan baik.

Berdasarkan identifikasi masalah diatas, peneliti berasumsi bahwa keterampilan siswa dalam menulis deskripsi perlu ditingkatkan. Perbaikan terhadap proses menulis perlu dilakukan segera. Dalam memperbaiaki kualitas pembelajaran perlu dituntun dengan rencana pembelajaran yang berkualitas. Sehubungan dengan penyusunan rencana pembelajaran Djiwandono (1996:3) mengungkapkan bahwa ada tiga komponen utama yang harus diperhatikan dalam menyusun rencana pembelajaran. Komponen tersebut meliputi; (1) tujuan pembelajaran, (2) pelaksanaan pembelajaran, dan (3) penilaian hasil pembelajaran. Ketiga komponen tersebut akan muncul bersama-sama dalam pembelajaran.

Dalam mencapai tujuan pembelajaran diperlukan suatu strategi yang tepat. Dalam strategi ada empat aspek yang harus diperhatikan; (1) spesifikasi dan kuallifikasi perubahan tingkah laku yang diinginkan sebagai hasil belajar, (2) memilih pendekatan yang paling tepat dan efektif untuk mencapai sasaran, (3) memilih dan menetapkan prosedur, metode, dan teknik pembelajaran yang sesuai dan efektif, serta (4) menerapkan norma atau kreteria keberhasilan (Djamarah dan Zain, 2002:6-8). Keempat aspek tersebut hendaknya selalu diperhatikan dan diterapkan oleh guru setiap akan merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran.

Sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis deskripsi, maka peneliti berencana untuk menggunakan strategi Raulette Writing. Strategi ini merupakan aktivitas pembelajaran menulis secara kolaborasi atau kerjasama di mana semua siswa mendapat bagian (Farris, 1993). Data hasil riset menunjukkan bahwa pembelajaran menulis yang lebih menekankan kerja kolaborasi lebih memiliki keunggulan apabila dibandingkan dengan menulis sendiri yang merupakan prinsip pembelajaran konvensional. Penelitian Jubaidah (2004) menemukan fakta bahwa dengan strategi pembelajaran kelompok dinyatakan dapat meningkatkan keterampilan menulis deskripsi.

Penelitian serupa pernah dilakukan Khalik (1999) yang membuktikan bahwa dengan Strategi aktivitas Menulis Terbimbing keterampilan siswa dalam pembelajaran menulis diskripsi akan meningkat. Aspek keterampilan yang mengalami peningkatan tersebut adalah (1) kelengkapan gagasan, (2) kesesuaian judul dengan isi, dan (3) kelancaran penggunaan bahasa. Peningkatan itu disebabkan oleh pemberian pengalaman pada siswa untuk melakukan eksplorasi. Hasil penelitian itu memberikan prediksi bahwa apabila strategi ‘Aktivitas Menulis Terbimbing’ sering dilakukan guru di sekolah dasar maka keterampilan menulis siswanya akan semakin meningkat.

Penelitian dengan menerapkan strategi Raulette Writing belum pernah dilakukan. Oleh karana itu peneliti mencoba menggunakan strategi ini dalam upaya untuk meningkatkan keterampilan menulis deskripsi siswa SD kelas IV. Berdasarkan paparan di atas maka rencana penelitian ini berjudul Meningkatkan keterampilan menulis deskripsi siswa SD Kelas IV melalui strategi Raulette Writing.

RPP WAN SMK YULIAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah                                    : SMK Sentosa Bhakti Baturaja

Mata Pelajaran                         : Produktif Teknik Komputer dan Jaringan

Kelas                                       : XII

Alokasi Waktu             : 4 JP

A.  KOMPETENSI

16. Menginstalasi perangkat jaringan berbasis luas (Wide Area Network) NTW.OPR.200.(2).A

B.   SUB KOMPETENSI

16.1 Menginstalasi Wide Area Network

16.2  Mengatur perangkat menggunakan software (melalui setup BIOS dan ROUTER serta aktifasi komponen melalui sistem operasi).

C.  INDIKATOR

*    Perangkat yang ingin diinstalasi diuji sesuai dengan manual tiap-tiap komponen

*    Perangkat Wide Area Network (misal Wireless Networking Card) diatur dengan menggunakan software, baik yang merupakan software bawaan, sistem operasi, ataupun melalui BIOS dan ROUTER, sesuai dengan buku manual tiap-tiap perangkat

D.  TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah melakukan materi pembelajaran ini, siswa dapat mengetahui cara menginstalasi Wide Area Network, dan mampu Mengatur perangkat menggunakan software (melalui setup BIOS dan ROUTER serta aktifasi komponen melalui sistem operasi)

E.   MATERI POKOK

-     Jenis dan fungsi perangkat WAN dan perluasannya

-     Instalasi perangkat jaringan pada sistem operasi berbasis GUI

F.   MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran           : Direct Instruction & Cooperative learning

Metode Pembelajaran         : Penjelasan, Demonstrasi / Praktek

G.  SUMBER BELAJAR

Buku Paket, perangkat komputer, Buku Manual, Peralatan Jaringan

H.  STRATEGI PEMBELAJARAN

PERTEMUAN KE-1(2 JP)

  1. Kegiatan Pendahuluan
    1. Menanyakan kepada siswa bagaimana cara menginstalasi Wide Are Network

2.   Kegiatan Inti

  1. Menjelaskan tentang cara menginstalasi Wide Are Network
  2. Memberi  tugas dalam bentuk lembar kerja
  3. Mengamati dan Membimbing siswa selama mengerjakan tugas
  4. Mengadakan penilaian kelas perindividu

3.   Kegiatan Penutup

  1. Meminta siswa untuk menjelaskan kesimpulan dari materi yang telah dibahas
  2. Memberikan penghargaan bagi setiap individu yangv menyelesaikan tugas dengan kinerja baik
  3. Menyampaikan sekilas materi untuk pertemuan berikutnya

PERTEMUAN KE-2(2 JP)

1.   Kegiatan Pendahuluan

a.   Menanyakan kepada siswa bagaimana cara Mengatur perangkat menggunakan software (melalui setup BIOS dan ROUTER serta aktifasi komponen melalui sistem operasi).

2.   Kegiatan Inti

a.   Menjelaskan tentang cara Mengatur perangkat menggunakan software (melalui setup BIOS dan ROUTER serta aktifasi komponen melalui sistem operasi).

b.   Memberi  tugas dalam bentuk lembar kerja

c.   Mengamati dan Membimbing siswa selama mengerjakan tugas

  1. Mengadakan penilaian kelas perindividu

3.   Kegiatan Penutup

a.   Meminta siswa untuk menjelaskan kesimpulan dari materi yang telah dibahas

b.   Memberikan penghargaan bagi setiap individu yang menyelesaikan tugas dengan kinerja baik

c.   Menyampaikan sekilas materi untuk pertemuan berikutnya

I.    PENILAIAN

1.   Teknik

Tes Unjuk Kerja

  1. Bentuk Tagihan

Uji Prosedure

  1. Contoh instrumen

a.   Uji Kompetensi Uji Prosedure

a.  Praktekkan cara menginstal Wide Area Network

b.   Praktekkan cara Mengatur perangkat menggunakan software (melalui setup BIOS dan ROUTER serta aktifasi komponen melalui sistem operasi).

b.   Rubrik Unjuk Kerja

NO ASPEK YANG DINILAI Ya Tidak
7 8 9 < 7
12 Mampu mempraktekkan cara menginstal Wide Area NetworkMampu mempraktekkan cara Mengatur perangkat menggunakan software (melalui setup BIOS dan ROUTER serta aktifasi komponen melalui sistem operasi).        
  Jumlah Skor        

Nilai = Jumlah ya/Jumlah soal x 100                                          Baturaja,……………….2010

Mengetahui kepala SMK Sentosa Bhakti                                              Guru Bidang  Studi

H. Chaerul Bachri, SE. M.Si Yulian Wahyudi, S.Pd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah                                    : SMK Sentosa Bhakti Baturaja

Mata Pelajaran                         : Produktif Teknik Komputer dan Jaringan

Kelas                                       : XII

Alokasi Waktu             : 2 JP

A.  KOMPETENSI

17.    Mendiagnosis permasalahan perangkat yang tersambung jaringan berbasis luas (Wide Area Network )NTW.MNT.201.(2).A

B.   SUB KOMPETENSI

17.1 Mengidentifikasi masalah fungsionalitas jaringan pada perangkat (misalnya manageable switch dan router)  melalui gejala yang muncul

C.  INDIKATOR

*    Jenis reaksi yang seharusnya terjadi atau tidak terjadi dari perangkat diidentifikasi, seperti: Tidak ada reaksi yang seharusnya dari komponen/modul, misalnya: matinya lampu indikator (LED) pada switch atau router

D.  TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah melakukan materi pembelajaran ini, siswa dapat Mengidentifikasi masalah fungsionalitas jaringan pada perangkat (misalnya manageable switch dan router)  melalui gejala yang muncul

E.   MATERI POKOK

-     Jenis-jenis gangguan pada perangkat Wide Area Network.

F.   MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran           : Direct Instruction & Cooperative learning

Metode Pembelajaran         : Penjelasan, Demonstrasi / Praktek

G.  SUMBER BELAJAR

Buku Paket, perangkat komputer, Buku Manual, Peralatan Jaringan

H.  STRATEGI PEMBELAJARAN

PERTEMUAN KE-1(2 JP)

1.   Kegiatan Pendahuluan

a.   Menanyakan kepada siswa bagaimana caranya Mengidentifikasi masalah fungsionalitas jaringan pada perangkat (misalnya manageable switch dan router)  melalui gejala yang muncul

2.   Kegiatan Inti

a.   Menjelaskan tentang cara Mengidentifikasi masalah fungsionalitas jaringan pada perangkat

b.   Memberi  tugas dalam bentuk lembar kerja

c.   Mengamati dan Membimbing siswa selama mengerjakan tugas

d.   Mengadakan penilaian kelas perindividu

3.   Kegiatan Penutup

a.   Meminta siswa untuk menjelaskan kesimpulan dari materi yang telah dibahas

b.   Memberikan penghargaan bagi setiap individu yang menyelesaikan tugas dengan kinerja baik

c.   Menyampaikan sekilas materi untuk pertemuan berikutnya

I.    PENILAIAN

1.   Teknik

Tes Unjuk Kerja

2.   Bentuk Tagihan

Tes Identifikasi

3.   Contoh instrumen

a.   Uji Kompetensi Tes Identifikasi

a.   Identifikasikanlah masalah fungsionalitas jaringan pada perangkat (misalnya manageable switch dan router)  melalui gejala yang muncul

b.   Rubrik Unjuk Kerja

NO ASPEK YANG DINILAI Ya Tidak
7 8 9 < 7
1 Mampu mengidentifikasikan masalah fungsionalitas jaringan pada perangkat (misalnya manageable switch dan router)  melalui gejala yang muncul        
  Jumlah Skor        

Nilai = Jumlah ya/Jumlah Soal x 100                                Baturaja,……………….2010

Mengetahui kepala SMK Nusantara                                         Guru Bidang  Studi

H. Chairul Bachri, sE. M.Si                                                    Yulian Wahyudi, S.Pd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah                                    : SMK Sentosa Bhakti Baturaja

Mata Pelajaran                         : Produktif Teknik Komputer dan Jaringan

Kelas                                       : XII

Alokasi Waktu             : 2 JP

A.  KOMPETENSI

18.    Melakukan perbaikan dan/atau setting ulang koneksi jaringan berbasis luas (Wide Area Network)NTW.MNT.202.(2).A

B.   SUB KOMPETENSI

18.1  Mempersiapkan perbaikan konektifitas jaringan pada perangkat WAN

C.  INDIKATOR

*       Spesifikasi perangkat jaringan dan hardware terpasang diperiksa

*       Pemeriksaan status/history/log sheet hasil perawatan dan atau perbaikan yang terakhir dilakukan (jika ada)

D.  TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah melakukan materi pembelajaran ini, siswa dapat melakukan perbaikan atau menseting ulang koneksi jaringan berbasis luas (Wide Area Network)

E.   MATERI POKOK

-     Teknik pemeriksaan spesifikasi perangkat jaringan

F.   MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran           : Direct Instruction & Cooperative learning

Metode Pembelajaran         : Penjelasan, Demonstrasi / Praktek

G.  SUMBER BELAJAR

Buku Paket, perangkat komputer, Buku Manual, Peralatan Jaringan

H.  STRATEGI PEMBELAJARAN

PERTEMUAN KE-1(2 JP)

1.   Kegiatan Pendahuluan

  1. Menanyakan kepada siswa bagaimana cara melakukan perbaikan atau menseting ulang koneksi jaringan berbasis luas (Wide Area Network)

2.   Kegiatan Inti

  1. Menjelaskan tentang cara melakukan perbaikan atau menseting ulang koneksi jaringan berbasis luas (Wide Area Network)
  2. Memberi  tugas dalam bentuk lembar kerja
  3. Mengamati dan Membimbing siswa selama mengerjakan tugas
  4. Mengadakan penilaian kelas perindividu

3.   Kegiatan Penutup

  1. Meminta siswa untuk menjelaskan kesimpulan dari materi yang telah dibahas
  2. Memberikan penghargaan bagi setiap individu yangv menyelesaikan tugas dengan kinerja baik
  3. Menyampaikan sekilas materi untuk pertemuan berikutnya

I.    PENILAIAN

1.   Teknik

Tes Unjuk Kerja

2.   Bentuk Tagihan

Uji Prosedure

3.   Contoh instrumen

a.   Uji Kompetensi Uji Prosedure

a.  Praktekkan cara melakukan perbaikan terhadap kerusakkan koneksi jaringan berbasis luas (Wide Area Network)

b.   Praktekkan cara menseting ulang koneksi jaringan berbasis luas (Wide Area Network)

b.   Rubrik Unjuk Kerja

NO ASPEK YANG DINILAI Ya Tidak
7 8 9 < 7
12 Mampu mempraktekkan cara melakukan perbaikkan koneksi jaringan berbasis luas (Wide Area Network)Mampu mempraktekkan cara menseting ulang koneksi jaringan berbasis luas (Wide Area Network)        
  Jumlah Skor        

Nilai = Jumlah ya/Jumlah soal x 100                                        

  Baturaja,……………….2010

Mengetahui kepala SMK Sentosa Bhakti                                              Guru Bidang  Studi

H. Chairul Bhacri. SE.M.Si                                                                   Yulian Wahyudi. S.Pd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah                                    : SMK Bhakti Baturaja

Mata Pelajaran                         : Produktif Teknik Komputer dan Jaringan

Kelas                                       : XII

Alokasi Waktu             : 2 JP

A.  KOMPETENSI

19.    Mengadministrasi server dalam jaringan NTW.MNT.300.(3).A

B.   SUB KOMPETENSI

19.1 Mengidentifikasi jenjang pengguna dan aplikasi pada jaringan

C.  INDIKATOR

*    Daftar pengguna dan hak akses masing-masing diidentifikasi

D.  TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah melakukan materi pembelajaran ini, siswa dapat Mengadministrasi server dalam jaringan

E.   MATERI POKOK

-     Hak akses dan pembatasan user

F.   MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran           : Direct Instruction & Cooperative learning

Metode Pembelajaran         : Penjelasan, Demonstrasi / Praktek

G.  SUMBER BELAJAR

Buku Paket, perangkat komputer, Buku Manual, Peralatan Jaringan

H.  STRATEGI PEMBELAJARAN

PERTEMUAN KE-1(2 JP)

1.   Kegiatan Pendahuluan

a.   Menanyakan kepada siswa bagaimana caranya Mengidentifikasi jenjang pengguna dan aplikasi pada jaringan

2.   Kegiatan Inti

a.   Menjelaskan tentang cara Mengidentifikasi jenjang pengguna dan aplikasi pada jaringan

b.   Memberi  tugas dalam bentuk lembar kerja

c.   Mengamati dan Membimbing siswa selama mengerjakan tugas

d.   Mengadakan penilaian kelas perindividu

3.   Kegiatan Penutup

a.   Meminta siswa untuk menjelaskan kesimpulan dari materi yang telah dibahas

b.   Memberikan penghargaan bagi setiap individu yang menyelesaikan tugas dengan kinerja baik

c.   Menyampaikan sekilas materi untuk pertemuan berikutnya

I.    PENILAIAN

1.   Teknik

Tes Unjuk Kerja

2.   Bentuk Tagihan

Tes Identifikasi

3.   Contoh instrumen

a.   Uji Kompetensi Tes Identifikasi

a.   Identifikasikanlah Jenjang Pengguna (User) pada jaringan

b.   Identifikasikanlah Aplikasi pada jaringan

b.   Rubrik Unjuk Kerja

NO ASPEK YANG DINILAI Ya Tidak
7 8 9 < 7
12 Mampu mengidentifikasikan Jenjang pengguna(user) pada jaringanMampu mengidentifikasikan Aplikasi pada jaringan        
  Jumlah Skor        

Nilai = Jumlah ya/Jumlah Soal x 100                               

H. Chairul Bhacri. SE.M.Si                                                                   Yulian Wahyudi. S.Pd

Analisis Pemetaan SK_KD IPA SMK

ANALISIS / PEMETAAN SK-KD

Mata Pelajaran        : IPA

Kelas                      : X/ XI / XII

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Tingkatan Ranah KD Indikator Pencapaian Tingkatan Ranah IPK Materi Pokok Ruang Lingkup Alokasi Waktu
1 2 3
  1. Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan
  1. Memahami polusi dan dampaknya pada manusia dan lingkungannya
  1. Memahami komponen ekosistem serta peranan manusia dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan Amda
1.1.   Mengidentifikasi obyek secara terencana dan sistematis untuk memperoleh informasi gejala alam biotik

1.2.   Mengidentifikasi obyek secara terencana dan sistematis untuk memperoleh informasi gejala alam abiotik

2. 1   Mengidentifikasi jenis limbah

2. 2  Mengidentifikasi jenis polusi pada lingkungan kerja

2. 3  Mendeskripsikan dampak polusi  terhadap kesehatan manusia dan lingkungan

2. 4  Mendeskripsikan cara-cara menangani limbah

3.1.  Mengidentifikasi komponen ekosistem

3.2     Menjelaskan konsep keseimbangan lingkungan

3.3     Mendeskripsikan AMDAL

C2

C2

C2

-    Langkah-langkah metode ilmiah diijelaskan  dan masing-masing diberikan contohnya

-    Gejala-gejala alam biotik di lingkungan sekitar diidentifikasi secara cermat dan masalah  yang ditemukan dirumuskan dengan jelas.

-    Hipotesis disusun sebagai solusi terhadap masalah  yang telah dirumuskan.  Rumusan hipotesis memperlihatkan hubungan antar variabel.

-    Rencana penelitian disusun dengan varibel-variabel (manipulasi, respon, dan kontrol) yang akan diukur, prosedur, cara pengumpulan data dan mengolah data diuraikan dengan jelas.

-    Variabel-variabel penelitian diperlakukan dan diukur dengan teliti/akurat, diolah serta simpulan yang dibuat sesuai dengan data.

-    Laporan penelitian ditulis, dikomunikasikan dan hasilnya dipertahankan dengan argumentasi yang sesuai.

-    Gejala alam yang terjadi dilingkungan sekitar diidentifikasi dengan benar. (contoh: peristiwa siang & malam, pelangi, tsunami, gempa, bencana, dll)

-    Faktor-faktor terjadinya gempa dijelaskan dengan benar.

-    Faktor-aktor terjadinya bencana alam tsunami dijelaskan dengan benar.

-    Pengetahuan tentang antisipasi akibat dari bencana alam diidentifikasi dengan benar.

-     Pengertian limbah sebagai buangan hasil akibat aktivitas manusia yang akan mengganggu kesetimbangan alam jika jumlahnya melebihi nilai ambang batas

-     diseskripsikan dengan benar.

-     Macam-macam limbah diidentifikasi berdasarkan sumber yang ada di lingkungan.

-     Pengelompokan limbah berdasarkan jenis senyawa dan wujudnya dilakukan dengan benar.

-    Jenis limbah yang dapat dimanfaatkan tanpa daur ulang dan dengan daur ulang didata dan dipilah dengan benar.

-    Jenis-jenis polusi dan polutan didentifikasi berdasarkan keberadaan dan jenis lingkungan kerja.

-     Pengelompokan polutan berdasarkan jenis senyawa, wujud, dan sifatnya dilakukan dengan benar.

-    Jenis polutan di lingkungan kerja yang dapat dimanfaatkan tanpa daur ulang dan dengan daur ulang didata dengan benar.

-    Pengaruh dampak polusi terhadap penurunan kualitas hidup manusia dideskripsikan dengan benar.

-    Dampak polusi terhadap kesehatan manusia dan lingkungannya dihubungkan dengan fakta-fakta yang ada di lingkungan.

-    Pemilihan metode penanganan limbah sesuai dengan sifat dan wujud limbahnya dilakukan dengan benar.

-    Pembuatan kompos dari limbah padat industri berbahan baku    / pasar/ rumah tangga  dilakukan dengan baik.

-    Pedaurulangan kertas dilakukan dengan baik.

-    Pembuatan model penanganan limbah berdasarkan hasil studi di lingkungan kerja dilakukan dengan baik.

-    Komponen-komponen ekosistem diidentifikasi berdasarkan lingkungan sekitar

-    Komponen biotik dan abiotik diidentifikasi berdasarkan fungsinya.

-    Jaring-jaring makanan dalam ekosistem diidentifikasi berdasarkan rantai makanan

-    Mengatasi masalah lingkungan dengan menggunakan konsep rantai maka nan

-    Interaksi antar komponen biotik dalam bentuk mutualisme, komensalisme, dan parasitisme diidentifikasi melalui kegiatan penelitian di lapangan.

-    Peran komponen biotik dan abiotik dijelaskan berdasarkan data hasil praktikum.

-    Kondisi lingkungan hidup dijelaskan pada  tingkat lokal, regional, nasional dan global

-    Saling ketergantungan antar komponen biotik dan abiotik dijelaskan berdasarkan hasil percobaan

-    Bahaya over eksploitasi ekosistem dijelaskan berdasarkan dampaknya.

-    Pengertian AMDAL dideskripsikan berdasarkan lingkup suatu kegiatan

-    Kebijaksanaan Lingkungan di Indonesia dijelaskan dalam hubungannya dengan kegiatan pembangunan

-    Dampak kegiatan pembangunan dan pengelolaannya dijelaskan secara tepat

-    Metode Identifikasi Prakiraan dan Evaluasi Dampak dijelaskan dengan tepat

-    Prosedur pelaksanaan pengambilan data AMDAL dilakukan dengan benar

-    Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan AMDAL
diidentifiksi berdasarkan praktik di lapangan.

C2

C2

C2

C2

C2

C2

C2

C2

C2

C2

C2

C2

C2

C2

C2

C2

C2

C2

C2

C2

C2

C2

C2

C2

C2

C2

C2

C2

C2

C2

C2

C2

C2

C2

-    Metode ilmiah

-    Perumusan masalah

-    Perumusan hipotesis

-    Perancangan penelitian

-    Pelaksanaan penelitian

-    Pelaporan penelitian

-    Rotasi bumi dan peristiwa siang dan malam

-    Gempa bumi sebagai bentuk gejala alam

-    Tsunami sebagai bentuk gejala alam

-     Antisipasi bencana alam

Limbah dan Jenisnnya

Polusi di Lingkungan Kerja

Dampak Polusi Terhadap Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Cara-Cara Penanganan Limbah

-    Komponen-Komponen Ekosistem

-    Interaksi komponen-komponen ekosistem

-    Jaring-Jaring Makanan dan Rantai-rantai makanan

-    Bentuk interaksi antar komponen biotik

-    Peran komponen biotik dan abiotik dalam kehidupan

-    Saling Ketergantungan

-    Dampak Over eksploitasi Ekosistem

-    AMDAL

-    Kebijakan Lingkungan di Indonesia

-    Dampak kegiatan pembangunan dan pengelolaannya

-    Metode Identifikasi Prakiraan dan Evaluasi Dampak

V

V

V

.

32 X 45 Menit

32 X 45 Menit

16 X 45 Menit

16 X 45 Menit

16 X 45 Menit

16 X 45 Menit

21 X 45 Menit

21 X 45 Menit

22 x 45 Menit

Silabus IPA OK SMK

SILABUS MATA PELAJARAN

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

ILMU PENGETAHUAN ALAM

SMK NEGERI 1 OKU


SILABUS

NAMA SEKOLAH                      : SMK NEGERI 1 OKU

MATA PELAJARAN                  : Ilmu Pengetahuan Alam

KELAS/SEMESTER                 : X/ 1 dan 2

STANDAR KOMPETENSI       : Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan

KODE KOMPETENSI              : 1

ALOKASI WAKTU                     : 64 x 45 Menit

KOMPETENSI DASAR MATERI PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN ALOKASI WAKTU

SUMBER BELAJAR
1.1     Mengidentifikasi obyek secara terencana dan sistematis untuk memperoleh informasi gejala alam biotik -    Metode ilmiah

-    Perumusan masalah

-    Perumusan hipotesis

-    Perancangan penelitian

-    Pelaksanaan penelitian

-    Pelaporan penelitian

-    Mendiskusikan metode ilmiah, diidentifikasi langkah-langkah ilmiah dan contohnya

-    Melakukan pengamatan gejala alam biotik di lingkungan sekitar (perilaku maupun keadaan hewan, tumbuhan, dan mikroorgamisme baik pada individu maupun dampak dari perilaku individu itu. Misalnya, luruhnya bunga sebelum waktunya pada tanaman tertentu, hilangnya populasi katak di suatu kawasan, dsb).

-    Diskusi kelompok untuk: merumuskan masalah dari temuan gejala alam biotik di lingkungan sekitar sebagai isyu yang perlu dibahas selanjutnya; melengkapi informasi, baik dengan melakukan penga-matan yang lebih cermat di lokasi sesuai dengan masalah yang dirumuskan, ataupun studi pustaka di perpustakaan/ intenet; Informasi itu selanjutnya digunakan untuk membuat hipotesis; menyusun rencana penelitian.

-    Melakukan penelitian sesuai dengan rencana yang disusun.

-    Mengkomunikasikan hasil penelitian.

-    Langkah-langkah metode ilmiah diijelaskan  dan masing-masing diberikan contohnya

-    Gejala-gejala alam biotik di lingkungan sekitar diidentifikasi secara cermat dan masalah  yang ditemukan dirumuskan dengan jelas.

-    Hipotesis disusun sebagai solusi terhadap masalah  yang telah dirumuskan.  Rumusan hipotesis memperlihatkan hubungan antar variabel.

-    Rencana penelitian disusun dengan varibel-variabel (manipulasi, respon, dan kontrol) yang akan diukur, prosedur, cara pengumpulan data dan mengolah data diuraikan dengan jelas.

-    Variabel-variabel penelitian diperlakukan dan diukur dengan teliti/akurat, diolah serta simpulan yang dibuat sesuai dengan data.

-    Laporan penelitian ditulis, dikomunikasikan dan hasilnya dipertahankan dengan argumentasi yang sesuai.

-    Observasi kinerja

-    Produk

-    Tes tertulis

32 Jam -    Lingkungan

-    Buku sumber

1.2     Mengidentifikasi obyek secara terencana dan sistematis untuk memperoleh informasi gejala alam abiotik -    Rotasi bumi dan peristiwa siang dan malam

-    Gempa bumi sebagai bentuk gejala alam

-    Tsunami sebagai bentuk gejala alam

-     Antisipasi bencana alam

-    Melakukan diskusi untuk membahas proses-proses fisika yang terjadi dalam peristiwa rotasi bumi dan pengaruhnya terhadap kehidupan.

-    Membaca literatur dan sumber belajar (misalnya koran) tentang peristiwa gempa bumi.

-    Melakukan Kunjungan/ observasi ke BMG

-    Melakukan diskusi tentang faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya gempa bumi.

-    Melihat tayangan dan membaca literatur (misalnya koran) tentang peristiwa tsunami.

-     Melakukan diskusi tentang faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tsunami.

-     Membuat daftar langkah penyelamatan yang harus dilakukan apa bila pada saat terjadinya bencana gempa dan tsunami.

-     Melakukan simulasi penyelamatan saat terjadinya gempa dan tsunami.

-    Gejala alam yang terjadi dilingkungan sekitar diidentifikasi dengan benar. (contoh: peristiwa siang & malam, pelangi, tsunami, gempa, bencana, dll)

-    Faktor-faktor terjadinya gempa dijelaskan dengan benar.

-    Faktor-aktor terjadinya bencana alam tsunami dijelaskan dengan benar.

-    Pengetahuan tentang antisipasi akibat dari bencana alam diidentifikasi dengan benar.

-    Observasi/ pengamatan

-    Tugas kelompok

5 jam

7 Jam

11 Jam

9

-    Lingkungan

-    Buku sumber

NAMA SEKOLAH                  : SMK NEGERI 1 OKU

MATA PELAJARAN              : Ilmu Pengetahuan Alam

KELAS/SEMESTER             : XI/ 1 dan 2

STANDAR KOMPETENSI   : Memahami polusi dan dampaknya pada manusia dan lingkungannya

KODE KOMPETENSI          : 2

ALOKASI WAKTU : 64 x 45 Menit

KOMPETENSI DASAR MATERI PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN ALOKASI WAKTU

SUMBER BELAJAR
2. 1   Mengidentifikasi jenis limbah Limbah dan Jenisnnya -    Diskusi dan informasi tentang pengertian limbah di lingkungan

-    Mengelompokkan limbah organik dan anorganik  berdasarkan jenis senyawanya, wujud,  dan sumbernya.

-    Mendata dan memilah jenis limbah yang dapat dimanfaatkan tanpa daur ulang dan dengan daur ulang.

-    Diskusi tentang hasil kegiatan.

-     Pengertian limbah sebagai buangan hasil akibat aktivitas manusia yang akan mengganggu kesetimbangan alam jika jumlahnya melebihi nilai ambang batas

-     diseskripsikan dengan benar.

-     Macam-macam limbah diidentifikasi berdasarkan sumber yang ada di lingkungan.

-     Pengelompokan limbah berdasarkan jenis senyawa dan wujudnya dilakukan dengan benar.

-     Jenis limbah yang dapat dimanfaatkan tanpa daur ulang dan dengan daur ulang didata dan dipilah dengan benar.

-    Tes tertulis

-    Penilaian proses

-    Tugas

4 Jam Buku yang Relevan
2. 2   Mengidentifikasi jenis polusi pada lingkungan kerja Polusi di Lingkungan Kerja -    Membuat karya ilmiah tentang jenis polusi, jenis polutan di lingkungan kerja berdasarkan hasil pengamatan lingkungan kerja.

-    Diskusi dan informasi tentang jenis-jenis polutan yang terdapat di udara, air, dan tanah pada lingkungan kerja.

-    Jenis-jenis polusi dan polutan didentifikasi berdasarkan keberadaan dan jenis lingkungan kerja.

-     Pengelompokan polutan berdasarkan jenis senyawa, wujud, dan sifatnya dilakukan dengan benar.

-     Jenis polutan di lingkungan kerja yang dapat dimanfaatkan tanpa daur ulang dan dengan daur ulang didata dengan benar.

-    Tes tertulis.

-    Tugas

10 Jam Lingkungan Kerja
2. 3   Mendeskripsikan dampak polusi  terhadap kesehatan manusia dan lingkungan Dampak Polusi Terhadap Kesehatan Manusia dan Lingkungan -    Membuat karya ilmiah tentang dampak polusi terhadap kesehatan manusia dan lingkungan melalui pengkajian literatur.

-    Diskusi dan informasi tentang dampak polusi terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.

-    Pengaruh dampak polusi terhadap penurunan kualitas hidup manusia dideskripsikan dengan benar.

-    Dampak polusi terhadap kesehatan manusia dan lingkungannya dihubungkan dengan fakta-fakta yang ada di lingkungan.

-    Tugas 7 Jam Buku atau Media Lain yang Relevan
2. 4   Mendeskripsikan cara-cara menangani limbah Cara-Cara Penanganan Limbah -    Membuat karya ilmiah tentang cara penanganan limbah melalui pengkajian literatur dan kunjungan ke industri yang memiliki instalasi pengolahan limbah.

-    Melakukan studi literatur untuk mencari cara membuat kompos dan kertas daur ulang.

-    Praktik membuat kompos dari limbah alami.

-    Praktik membuat kertas daur ulang.

-    Membuat model penanganan limbah berdasarkan hasil studi di industri.

-    Diskusi dan informasi tentang penanganan limbah, pembuatan kompos, pembuatan kertas daur ulang, dan model penenganan  limbah

-    Pemilihan metode penanganan limbah sesuai dengan sifat dan wujud limbahnya dilakukan dengan benar.

-    Pembuatan kompos dari limbah padat industri berbahan baku    / pasar/ rumah tangga  dilakukan dengan baik.

-    Pedaurulangan kertas dilakukan dengan baik.

-    Pembuatan model penanganan limbah berdasarkan hasil studi di lingkungan kerja dilakukan dengan baik.

-    Tugas

-    Penilaian proses.

7 Jam

6 Jam

6 Jam

6 Jam

15 Jam

-    Buku atau Media Lain yang Relevan

-    Lingkungan Kerja

NAMA SEKOLAH                  : SMK NEGERI 1 OKU

MATA PELAJARAN              : Ilmu Pengetahuan Alam

KELAS/SEMESTER             : XII/ 1 dan 2

STANDAR KOMPETENSI   : Memahami komponen ekosistem serta peranan manusia dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan Amdal

KODE KOMPETENSI          : 3

ALOKASI WAKTU : 64 X 45 Menit

KOMPETENSI DASAR MATERI PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN

ALOKASI WAKTU

SUMBER BELAJAR
3.1   Mengidentifikasi komponen ekosistem -    Komponen-Komponen Ekosistem

-    Interaksi komponen-komponen ekosistem

-    Jaring-Jaring Makanan dan Rantai-rantai makanan

-    Bentuk interaksi antar komponen biotik

-    Peran komponen biotik dan abiotik dalam kehidupan

-    Mengamati lingkungan sekolah secara berkelompok.

-    Mencatat makhluk hidup dan tak hidup yang ada di lingkungan sekolah.

-    Mengelompokkan makhluk hidup dan tak hidup dari hasil pengamatan.

-    Diskusi dan tanya jawab tentang pengertian lingkungan dan komponen penyusunnya.

-    Menunjukkan komponen lingkungan biotik dan abiotik dari  hasil pengamatan kelompok.

-    Mendefinisikan pengertian komponen biotik dan abiotik serta menyebutkan  contohnya.

-    Melakukan kajian pustaka untuk membedakan istilah-istilah habitat, populasi, komunitas, ekosistem, biosfer.

-    Mengidentifikasi hubungan proses makan dan dimakan dalam rantai makanan dan jaring-jaring makanan dengan menggunakan gambar.

-    Disajikan suatu kasus misalnya mewabahnya hama tikus. Menganalisis bagaimana pemecahan masalah  tersebut dengan menggunakan konsep rantai makanan.

-    Diskusi dan tanya jawab tentang fungsi, dan interaksi antar komponen biotik.

-    Membandingkan Interaksi antar komponen biotik dalam bentuk mutualisme, komensalisme, dan parasitisme dengan kegiatan penelitian di lapangan, atau berdasarkan studi literatur.

-    Melakukan praktikum tentang peran komponen biotik dan abiotik dalam kehidupan, misalkan praktikum pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan biji kacang merah.

-    Mengaplikasikan pemahaman tentang fungsi komponen biotik dan abiotik dalam kehidupan dengan cara membersihkan lingkungan dan menanam pohon-pohonan di sekolah.

-    Komponen-komponen ekosistem diidentifikasi berdasarkan lingkungan sekitar

-    Komponen biotik dan abiotik diidentifikasi berdasarkan fungsinya.

-    Jaring-jaring makanan dalam ekosistem diidentifikasi berdasarkan rantai makanan

-    Mengatasi masalah lingkungan dengan menggunakan konsep rantai maka nan

-    Interaksi antar komponen biotik dalam bentuk mutualisme, komensalisme, dan parasitisme diidentifikasi melalui kegiatan penelitian di lapangan.

-    Peran komponen biotik dan abiotik dijelaskan berdasarkan data hasil praktikum.

-    Observasi/ pengamatan

-    Laporan praktikum

-    Test sikap terhadap pengelolaan lingkungan

4 Jam

10 Jam

6 Jam

6 Jam

4 Jam

-    Buku pelajaran

-    Referensi lain.

-    Lingkungan sekolah

-    Alat&Bahan Praktik

3.2     Menjelaskan konsep keseimbangan lingkungan -    Saling Ketergantungan

-    Dampak Over eksploitasi Ekosistem

-    Iur pedapat tentang permasalahan lingkungan yang terdapat dalam skala lokal, regional, nasional dan global

-    Menunjukkan komponen biotik yang ada di lingkungan sekolah.

-    Melakukan kegiatan penelitian tentang Saling ketergantungan antar komponen biotik dan abiotik

-    Diskusi kelompok tentang hasil kegiatan penelitian.

-    Presentasi hasil diskusi kelompok.

-    Mendiskusikan  dampak  over eksploitasi ekosistem terhadap kualitas lingkungan dan kualitas hidup masyarakat sekitar.

-    Tanya jawab hal-hal yang belum dipahami siswa.

-    Kondisi lingkungan hidup dijelaskan pada  tingkat lokal, regional, nasional dan global

-    Saling ketergantungan antar komponen biotik dan abiotik dijelaskan berdasarkan hasil percobaan

-    Bahaya over eksploitasi ekosistem dijelaskan berdasarkan dampaknya.

-    Observasi/ pengamatan

-    Laporan praktikum

4         Jam

8 Jam

-    Buku pelajaran

-    Referensi lain.

-    Lingkungan sekolah

-    Alat&Bahan Praktik

3.3  Mendeskripsikan AMDAL -    AMDAL

-    Kebijakan Lingkungan di Indonesia

-    Dampak kegiatan pembangunan dan pengelolaannya

-    Metode Identifikasi Prakiraan dan Evaluasi Dampak

-    Mendiskusikan kualitas lingkungan di berbagai daerah ditinjau dari kenyaman hidup masyarakat sekitar.

-    Membahas informasi kebijakan dan regulasi pengelolaan lingkungan di Indonesia.

-    Mendiskusikan tujuan, prosedur, dan rekomendasi yang ingin dicapai dengan adanya AMDAL sebelum melakukan pembangunan.

-    Melaksanaan praktik simulasi analisis mengenai dampak lingkungan pada suatu areal dengan karakteristik tertentu.

-    Mengobservasi langsung daerah yang telah dan sedang dibangun dan mempelajari hasil AMDALnya.

-    Mendiskusikan petingnya AMDAL dilaukan secara obyektif, profesional, dan cermat agar memperoleh rekomendasi yang sesuai dengan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan.

-    Pengertian AMDAL dideskripsikan berdasarkan lingkup suatu kegiatan

-    Kebijaksanaan Lingkungan di Indonesia dijelaskan dalam hubungannya dengan kegiatan pembangunan

-    Dampak kegiatan pembangunan dan pengelolaannya dijelaskan secara tepat

-    Metode Identifikasi Prakiraan dan Evaluasi Dampak dijelaskan dengan tepat

-    Prosedur pelaksanaan pengambilan data AMDAL dilakukan dengan benar

-    Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan AMDAL
diidentifiksi berdasarkan praktik di lapangan.

  • Observasi/ pengamatan
  • Laporan praktikum
5 Jam

12 Jam

-    Buku pelajaran

-    Referensi lain.

-    Lingkungan sekolah

-    Alat&Bahan Praktik

MEMBUAT ROUTER LANJUTAN

Konfigurasi PC Router dengan Windows XP
Langkah-langkah untuk membuat PC Router menggunakan Windows XP :
1. Rancanglah Topologi Jaringan
2. Sediakan sebuah PC sebagai Router, minimal 2 PC sebagai client, sediakan switch atau Hub jika anda ingin menggunakannya, namun dalam percobaan ini kita tidak menggunakannya, dua Ethernet Card, dan 2 Kabel UTP beserta konektor RJ-45 secukupnya.
3. Pasanglah Ethernet Card tersebut pada PC Router, Pasangkan juga Kabel UTP dengan konektor RJ-45 kemudian cobalah apakah kabel tersebut bisa atau tidak, jika tidak ulangi sekali lagi, jika ya pasangkanlah kabel tersebut pada Ethernet card dari PC Router ke PC Client, kemudian nyalakanlah computer anda, pastikan bahwa OS anda adalah Windows XP
4. Konfigurasilah IP anda sesuai dengan topologi yang telah anda buat sedemikian rupa, namun ada 2 hal yang perlu anda ketahui :
a. Anda bisa melakukan settingan satu gateway saja pada PC Router dimana gateway tersebut tidak boleh salah satu dari IP Router yang telah anda setting, untuk gateway client merupakan IP dari Lan Router yang terkoneksi langsung ke PC Client tersebut dimana IP Client harus 1 jaringan terhadap Router yang terkoneksi langsung oleh kabel penghubung.
b. Anda bisa melakukan settingan dua gateway juga pada PC Router dimana gateway LAN A (misalkan ada 2 LAN yaitu A dan B) merupakan IP dari LAN B dan begitu sebaliknya, untuk gateway PC Client merupakan IP dari Lan Router yang terkoneksi langsung ke PC Client tersebut dimana IP Client harus 1 jaringan terhadap Router yang terkoneksi langsung oleh kabel penghubung.
5. Pilih menu -> run -> regedit, pada regedit pilih HKEY_LOCAL_MACHINE ->SYSTEM -> current control set -> services -> tcpip -> parameters kemudian pilihlah IPEnableRouter, klik dua kali ubahlah nilai value datanya menjadi 1, kemudian restartlah PC Router anda.
6. Setelah melakukan IP Enable Router pada registry editor pada windows, lalu restartlah komputer (PC Router).
7. Setelah melakukan restart, sekarang kita akan mencoba untuk melakukan ping pada computer client.
Pertama kita akan melakukan pinging pada client 1, dengan mengetikkan perintah ping 192.168.1.100 pada commanprompt, apabila sudah berhasil berarti koneksi untuk client 1 sudah bisa berjalan.
Kedua kita akan melakukan pinging pada client 2, dengan mengetikkan perintah ping 128.10.1.100 pada coomandprompt, dan apabilasudah berhasil,maka koneksi untuk client 2 sudah bisa berjalan.
8. Setelah semua langkah tersebut dilakukan, maka kita akan mencoba melakukan sharing file pada jaringan yang telah kita buat.
9. Jika sharing file telah berhasil, berarti kita telah berhasil membuat PC Router dengan menggunakan Windows XP.
10. Selamat mencoba. Sekian dan terimakasih.

Powered by Blog.com